BERLIN NAMA SAMARAN








Pada prosesi pembagian takdir romansa, aku bilang sama jibril
“hey jibril aku minta dikisahkan bersama dia” nunjuk seseorang
“naam” jawab jibril
Aku hidup di bumi, aku bertemu dengan berlin dan jibril bekerja dengan baik.
Aku bilang :
“hey berlin maukah kamu bekerja sama denganku tentang urusan asmara ?”
Dia bingung, dia menjawab “aku sudah bersuami dan mencintainya”
Saat itu, aku protes kepada jibril
“hey jibril, kau membohongiku !” geram
“hey aku tidak pernah berdusta” jawab jibril
“lantas kenapa aku tak sekisah dengannya ?”
“kau tak meminta kisah apa dengan dia, lantas aku tulis saja kisah patah hati
“hadeuh jibril”
Hari ini, nasi goreng masih lezat. Tapi hariku buruk sekali, bahkan kelinci-kelinci pakde pasti menangis melewati kisah ini. Aku tidak menangis, tapi begitu sedih. Aku pikir, dia adalah jawaban atas segala hal-hal yang aku kaitkan. Ternyata, bukan. Bahkan lebih buruk dari kenyataan.
Aku kudu piye jibril ?
Hey jibril, sampaikan kepada Tuhanmu. Aku sedih
Saat aku berdoa kepada Tuhannya jibril, Berlin dan kekasihnya lewat dihadapanku. Berpegangan tangan, saling lempar senyuman dan aku melihatnya.
Jibril datang
“sabar seu”
“aku harus gimana wahai jibril, aku suka dia. Lebih suka dari aneka macam wanita”
“kau harus rajin ibadah seu” jibril memberi solusi
“kenapa aku harus rajin ibadah wahai jibril ? ”
“biar kamu masuk surga seu”
“surga ?” aku heran
“Saat kamu masuk surga, Tuhan mengabulkan segalanya. Mintalah bidadari yang mirip degan berlin, dan kamu akan hidup selamanya. ”
“ide yang bagus jibril, aku boleh minta sesuatu kepadamu jibril”
“apa seu ?”
“sampaikan kepada berlin, sampai ketemu di sorga. Aku akan minta kepada Tuhan bidadari berlin ”

“Berlin, semoga kamu bahagia bersamanya. Kamu bahagia, aku bahagia. Kamu senang aku senang, hey berlin. Aku sedang berbohong”



Postingan terkait:

3 Tanggapan untuk "BERLIN NAMA SAMARAN"