TELAH HILANG KE MAHA SISWAAN

                                                
          Kemarin, di bawah pohon ditemani rindunya panas akan hujan. Obrolan itu terjadi begitu saja, sambil menatap langit kosong dan cerutu tak lupa berasap.
“cuk, lulus kuliah mau kerja dimana ?” ucap prasetyo budi pekerti
“Nganggur”
“anjing serius” Ucap dengan wajah jelek
“bahkan sebelum kalimat serius ditemukan, gw udah serius pras” sambil menghisap asap
“ gw bingung cuk “ pras ngeluh dengan tetap muka jelek
“ Jangan bingung ” main hape sambil buka ige
“Gimana gak bingung, sekarang cari kerja susah anjing” sambil muka jelek
part 3
“Yang susah itu bukan cari kerja pras”
“terus” muka jelek part 4
“ya bukan cari kerja, tapi mencocokan pekerjaan dengan kesesuain kita. Itu yang susah, dimana gengsi, harga diri dan nilai ipk bersatu padu dalam mengambil keputusan”
“iya sih”
“lu mau ikut gak ?”
“Kemana ?”
“Boker”
“ikut”
          Kata pamanku, mahasiswa itu agen perubahan. Kurang tepat, kalau masih mengeluh bertanya pekerjaan. Toh pekerjaan di dunia ini banyak sekali ko, yang susah itu menyesuaikan dengan keinginan kita. Kalau besok kamu nganggur, nikmatilah. Itu adalah fase dimana, kita dipercaya menemukan solusi atas kengangguran itu sendiri. Ternak lele, jual mainan , atau menjadi petani itu tidak ada yang salah. “Kan kita anak film, masa gak nyambung gitu kerjanya” “sudah aku bilang mahasiswa itu agen perubahan, film itu ilmu terapan. Bisa dipakai dimana saja, kau bisa menceritakan lele mu dalam visualmu, mengabadikan mainanmu dalam sebuah frame, semuanya bisa. Sehingga identitas mu sebagi anak film tidak akan hilang begitu saja”
          Kalau selama ini niatmu kuliah hanya untuk mencari pekerjaan dan dirimu sendiri , maaf teman kamu salah jalan ! kalau begitu, telah hilang keMAHAsiswaanmu.

Ditulis pada sebuah meja butut di madinah tangerang 2017 dan belum sarapan. 




Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "TELAH HILANG KE MAHA SISWAAN "

Post a Comment