AKU INGIN DEMO KAMPUS INI


         
 Jujur aja, lo buka blog ini pasti penasaran banget kan, karena judulnya yang agak berbau aura negatif, apalagi gw nulis ini sesudah pembagian nilai akhir, heuheuheu. Simak baik baik tulisan gw ya, gw nulis ini dengan level kesadaran tingkat dewa.
dinginkan kepala, jangan tersinggung dan gw siap menerima resikonya nanti !
            
Kenalin nama gue adam, bagi yang belum kenal, mari kita kenalan. Tos !
          Kata temen gw, ivan mulya. Gw berasal dari kampung terkaya di Indonesia, dimana, kampung gw tumpah ruah dengan segala kekayaan tiada tara. Lo bayangin, sawah di kampung gw, itu di kramik cuy ! taman-taman atau kebon kebon di kampung gw pun di pasang AC ! di jakarta ataupun meikarta mana ada :-p berani bertaruh deh gw.
          Satu lagi, kebiasaan masyarakat di kampung gw itu, memiliki selera pembahasan nongkrong yang tinggi, mungkin kalau di kampung lo sih, paling selera nongkrongnya membahas gosip artis-artis yang doyang banget sama perceraian. Dikampung gue, enggak ! minimal pembahasan yang paling ringan itu, tentang keterlibatan semesta pada prilaku manusia ? bingung kan. Itulah kenapa kampung gue di nobatkan sebagai kampung idaman manusia,
meikarta ? ya kali . . .
           sebelum tingkat kesombongan gw akan menjadi-jadi, alangkah baiknya gw sudahi pembahasan tentang kampung gue, sekarang gue akan cerita tentang hari ini !
          dua oktober 2017, hari kamis. Pengumuman nilai !
          sejujurnya gw agak kurang setuju dengan metode penyebutan nilai-nilai ini, apalagi, ritual sakral ini di saksikan oleh mahasiswa satu angkatan, beuh. Malunya ! Tapi setelah gw perhatikan, ternyata ritual sakral ini tidak hanya disaksikan oleh mahasiswa satu angkatan, cobalah lihat sekitar kampus. Ada kang cilok, kang rujak, kang cendol dan kang batagor. Dan mereka adalah saksi bisu atas peristiwa yang sulit dilupakan ini.
          Waktu itu, gw sempat usul sama pihak kampus. “Kenapa sih, kita masih pake cara konvensional ? bukannya kita hidup di era serba digital ya ? kenapa ga dikirim melalui akun whatsapp mahasiswa masing masing aja, simple.
          Demi siluman kutu kamfret ,  ritual sakral ini bikin jantung gw kembang kempis ga beraturan. Panik, sedih dan campur malu. Gw ga bisa bayangin, pas giliran gue, nama gue disebutkan beserta nilai-nilainya. Dan gue dapet nilai D !
Tidakkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk !
          Tapi, setelah gw mengadakan acara muktamar di sebuah kontrakan, tentang penyebutan nilai sidang di khalayak publik, ada beberapa hal yang gw bisa ambil sebagai pelajaran dan hikmahnya.       
Pertama jika gw mendapatkan nilai kecil, gw akan mengasumsikan sebagai tamparan pada diri gw, dan pembelajaran terhadap diri gw, yang memang masih melekat sifat sifat kesombongan gw. Dan itu adalah cara terbaik mengancurkan sifat kesombongan pada diri gw. Bahwa gw, itu ga ada apa apanya. Lalu buat apa sombong ?
Kedua jika gw mendapatkan nilai yang memuaskan banget, sifat kesombongan gw bisa saja menjadi-jadi. Nah, disinilah letak ujiannya. Gw akan melanjutkan sifat sifat kesombongan gw atau belajar membumi saat gw berada di awan-awan, seperti yang di katakan tom sam cong. Semakin kamu sombong, semakin kamu terhina.  
Dua poin inilah yang bisa gw simpulkan setelah mengadakan acara muktamar sugro di kontrakan.
Nilai gw UMUMIN !
          Dengan wajah yang sok tenang, gw coba menerima kenyataan apabila terjadi hal-hal yang tidak di inginkan. Namun, alhamdulillah nilai gw stabil, tidak kecil, tidak juga besar. Gw lega, plong. Padahal, sebelumnya gw minta doa sama temen gw yang atheis,
          “cuk doain gw, minimal lulus aja”
          “siap dam” jawab temen gue yang atheis
Tapi begitulah, Tuhan itu Maha Asik, yang atheis aja berdoa dikabulin apalagi yang non atheis. gw dikasih nilai stabil, tidak hanya sekedar lulus.

Di LAIN SISI
          ada temen temen gw yang mendapatkan nilai diluar ekpetasinya, gw ga bisa bayangin ketika gw berada di posisi dia. Sedih iya, malu juga iya.  
          Tapi mungkin, buat teman-teman gw yg mendapatkan nilai diluar ekspetasinya. Lo bisa meresapi kalimat ini baik baik, lo boleh anggap kalimat ini sebagai pembenaran, bisa juga lo anggap sebagai kebenaran.
          Gini : Lo hari ini mungkin dapet nilai kecil, diluar ekspetasi lo. Tapi percayalah, nilai hanyalah perkara nilai. Anggap aja ini sebagai acuan untuk diri lo menjadi lebih gila ke depannya. Lo tau pendiri facebook ? perkara nilai itu nomer 720 bagi dia, yang penting lo punya semangat, gigih, dan inovasi. Jadi, lo jangan berpikir ketika hari ini lo mendapatkan nilai kecil , lo merasa akan susah mendapatkan pekerjaan dikemudian hari. Hidup mah simple aja, kalau ga dapet pekerjaan ya bikin kerjaan. Dan belum tentu juga, orang orang yang mendapatkan nilai stabil atau sangat memuaskan akan mudah mendapatkan pekerjaan. Semua kembali kepada kegigihan dan inovasi !
Ke autentikan diri lo akan di respon semesta bro !
           
BERDOA     
          Ga kerasa 3 tahun kuliah disini, banyak pelajaran dan pembelajaran yang bisa diambil. Sekarang, semua udah lulus. Tinggal nunggu transferan uang buat wisuda nanti hehe, banyak temen temen yang udah sibuk bikin cv, tanya lowongan sana sini, ada juga yang masih sibuk untuk mencari kesibukan. Yah bebaslah pokoknya.
          Buat temen-teman yang lagi proses cari kerjaan di tv, semoga secepatnya bisa menemukan pekerjaannya. Jangan lupa, jangan menjual kesehatan demi uang, ketika kalian sakit lalu kalian membeli kesehatan itu dari hasil menjual kesehatan kalian sendiri. Nah Itulah pekerjaan yang membingungkan hehehe itu kerja apa dikerjain hehehehe
          Dan buat temen-temen yang pengen fokus nganggur, maka fokuslah. Istiqomah, dan pupuklah mental dari sekarang, karena lisan lisan tetangga begitu sangat menyakitkan.

Mungkin teman-teman sampai pada paragraf ini, masih bingung kaitan isi artikal sama judul kok gak nyambung ya. Yah kira kira begitulah cara menarik perhatian khalayak umum agar blog ini ramai pembaca . . jajajajajaja


                                                Quotes Musiman
“Karyawan itu asal muasal kata-nya dari karya dan wan, wan itu manusia. Kesimpulan dari kata karyawan adalah manusia yang berkarya, maka teruslah berkarya sampai Tuhan yang Maha Berkarya menjemput kalian wahai manusia ”

Salam dari presiden atheisberiman yang hobinya tidur siang . . .
         
         
                   
               


Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "AKU INGIN DEMO KAMPUS INI"

Post a Comment